HADITS TENTANG BENCANA




hadits 1
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Kebajikan, Silaturahmi Dan Adab Sopan-santun
Bab 7: Pahala yang diterima seorang mukmin dari penyakit, kesedihan dan lainnya bahkan dari duri yang menusuknya
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيعًا عَنْ جَرِيرٍ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَ دَخَلَ شَبَابٌ مِنْ قُرَيْشٍ عَلَى عَائِشَةَ وَهِيَ بِمِنًى وَهُمْ يَضْحَكُونَ فَقَالَتْ مَا يُضْحِكُكُمْ قَالُوا فُلَانٌ خَرَّ عَلَى طُنُبِ فُسْطَاطٍ فَكَادَتْ عُنُقُهُ أَوْ عَيْنُهُ أَنْ تَذْهَبَ فَقَالَتْ لَا تَضْحَكُوا فَإِنِّي
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ
Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu 'anha , ia berkata:Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan
Hadits marfu'
Nomor: 4664
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 2
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Zikir, Doa, Tobat Dan Istigfar
Bab 11: Mohon perlindungan dari takdir yang buruk dan kesengsaraan serta lainnya
حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ حَدَّثَنِي سُمَيٌّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ سُوءِ الْقَضَاءِ وَمِنْ دَرَكِ الشَّقَاءِ وَمِنْ شَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ وَمِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ
قَالَ عَمْرٌو فِي حَدِيثِهِ قَالَ سُفْيَانُ أَشُكُّ أَنِّي زِدْتُ وَاحِدَةً مِنْهَا
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu : ia berkata:Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selalu memohon perlindungan dari takdir yang jelek, bencana kesengsaraan, kejahatan musuh serta dari cobaan yang sangat berat
Hadits marfu'
Nomor: 4880
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 3
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 65: Mengingat-ingat Kematian Dan Memperpendekkan Angan-angan
Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu katanya: "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menggariskan suatu garis berbentuk persegi empat dan menggariskan lagi suatu garis di tengah-tengahnya yang keluar dari kalangan persegi empat tadi, juga menggariskan lagi beberapa garis kecil-kecil yang menuju ke arah garis di tengah-tengah itu dan keluar dari arah tepinya yang tengah, lalu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ini adalah manusia dan ini adalah ajalnya meliputi diri manusia tadi,atau memang telah meliputinya. Garis yang keluar dari kalangan ini adalah angan-angannya, sedang garis- garis kecil-kecil ini adalah barang-barang baru yang mendatanginya - yakni apa-apa yang dapat ia ambil dari keduniaan, berupa kebaikan atau keburukan. Jikalau ia terluput dari yang ini - yakni bencana yang satu, tentu ia terkena oleh yang ini - bencana yang lainnya - dan jikalau ia terluput dari yang ini - bencana yang satunya lagi, maka ia tentu akan terkena oleh yang ini - bencana yang lainnya pula." (Riwayat Bukhari)
Ini adalah gambarnya:
Nomor: 574
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 4
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Keutamaan Sahabat
Bab 39: Di antara keutamaan suku Ghifar, Aslam, Juhainah, Asyja', Muzainah, Tamim, Daus dan Thayi
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَدِمَ الطُّفَيْلُ وَأَصْحَابُهُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ دَوْسًا قَدْ كَفَرَتْ وَأَبَتْ فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا فَقِيلَ هَلَكَتْ دَوْسٌ فَقَالَ اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَائْتِ بِهِمْ
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Thufail dan para sahabatnya datang menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu mereka berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya suku Daus telah kufur dan membangkang, maka mohonkanlah kepada Allah agar mereka mendapatkan bencana. Dikatakan: Binasalah suku Daus. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berdoa: Ya Allah! Berikanlah petunjuk kepada suku Daus dan datanglah bersama mereka
Hadits marfu'
Nomor: 4586
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 5
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 3: Sabar
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , katanya: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak henti-hentinya bencana - bala' - itu mengenai seseorang mu'min, lelaki atau perempuan, baik dalam dirinya sendiri, anaknya ataupun hartanya, sehingga ia menemui Allah Ta'ala dan di atasnya tidak ada lagi sesuatu kesalahanpun."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.
Nomor: 49
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 6
Shahih Bukhari
-Imam Bukhari-
Kitab Dua Hari Raya
Bab 9: Dimakruhkan Membawa Senjata pada Hari Raya dan ketika Berada di Tanah Suci
 
Al-Hasan berkata, "Manusia dilarang membawa senjata pada hari raya, kecuali jika mereka dalam keadaan takut kepada musuh."[8]
517. Sa'id bin Jubair berkata, "Aku bersama Ibnu Umar ketika ia tertusuk oleh ujung tombak yang tajam di tapak kakinya bagian dalam, maka menempellah tapak kakinya itu pada sanggurdi. Lalu aku turun dan mencopotnya. Peristiwa itu terjadi di Mina. Hal itu didengar oleh Hajjaj, kemudian ia menjenguknya. Hajjaj berkata, 'Bagaimana keadaannya?' Jawab Ibnu Umar, 'Baik.' Hajjaj berkata, "Alangkah baiknya kalau kita mengetahui siapa orang yang menyebabkan Anda terkena bencana itu.' Ibnu Umar berkata, 'Andalah yang telah menimpakan bencana kepadaku.' Hajjaj menimpali, 'Bagaimana hal itu bisa terjadi?' Ibnu Umar menjawab, 'Anda membawa senjata pada hari yang tidak diperbolehkan membawa senjata, dan Anda memasukkan senjata ke tanah suci, padahal senjata itu tidak boleh dimasukkan ke tanah suci.'"

[8] Al-Hafizh berkata, "Saya tidak mendapatinya maushul, tetapi terdapat riwayat seperti ini secara marfu dan muqayyad 'dengan ada persyaratan' serta ada yang tidak muqayyad. Kemudian disebutkannya yang muqayyad dari riwayat Ibnu Majah dengan isnad yang dhaif dari Ibnu Abbas, dan yang lain disebutkan dari riwayat Abdur Razzaq dengan isnad yang mursal.
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 7
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Kebajikan, Silaturahmi Dan Adab Sopan-santun
Bab 7: Pahala yang diterima seorang mukmin dari penyakit, kesedihan dan lainnya bahkan dari duri yang menusuknya
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبْي شَيْبَةَ كِلَاهُمَا عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ مُحَيْصِنٍ شَيْخٍ مِنْ قُرَيْشٍ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ قَيْسِ بْنِ مَخْرَمَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
لَمَّا نَزَلَتْ
[ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ ] بَلَغَتْ مِنْ الْمُسْلِمِينَ مَبْلَغًا شَدِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَارِبُوا وَسَدِّدُوا فَفِي كُلِّ مَا يُصَابُ بِهِ الْمُسْلِمُ كَفَّارَةٌ حَتَّى النَّكْبَةِ يُنْكَبُهَا أَوْ الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا

قَالَ مُسْلِم هُوَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُحَيْصِنٍ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Ketika turun ayat: Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu, kaum muslimin merasa sangat sedih sekali, lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya
Hadits marfu'
Nomor: 4671
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 8
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Bentuk Kenikmatan Surga Dan Penghuninya
Bab 8: Neraka akan dihuni para penindas dan surga akan dihuni orang-orang yang lemah
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَّتْ النَّارُ وَالْجَنَّةُ فَقَالَتْ هَذِهِ يَدْخُلُنِي الْجَبَّارُونَ وَالْمُتَكَبِّرُونَ وَقَالَتْ هَذِهِ يَدْخُلُنِي الضُّعَفَاءُ وَالْمَسَاكِينُ فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِهَذِهِ أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَرُبَّمَا قَالَ أُصِيبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَقَالَ لِهَذِهِ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Neraka dan surga saling berdebat, lalu neraka berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang suka menindas dan sombong. Surga berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang lemah dan miskin. Lalu Allah berfirman kepada neraka: Kamu adalah siksa-Ku, Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki. (Atau Allah berfirman: Aku menimpakan bencana denganmu kepada orang yang Aku kehendaki). Dan Allah berfirman kepada surga: Kamu adalah rahmat-Ku, Aku limpahkan rahmat berupa kamu kepada siapa yang Aku kehendaki. Dan masing-masing kamu memiliki penghuninya sampai penuh
Hadits qudsi
Nomor: 5081
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 9
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Cobaan Dan Tanda-Tanda Hari Kiamat
Bab 1: Hampir tibanya fitnah dan terbukanya dinding Yakjuj dan Makjuj
حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَيْقَظَ مِنْ نَوْمِهِ وَهُوَ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَعَقَدَ سُفْيَانُ بِيَدِهِ عَشَرَةً قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَسَعِيدُ بْنُ عَمْرٍو الْأَشْعَثِيُّ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَزَادُوا فِي الْإِسْنَادِ عَنْ سُفْيَانَ فَقَالُوا عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ حَبِيبَةَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ
Hadis riwayat Zainab binti Jahsy Radhiyallahu 'anhu : ia berkata:Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan
Hadits marfu', mutawatir
Nomor: 5128
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
 hadits 10
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 3: Sabar
Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan Shallallahu 'alaihi wa sallam , katanya: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Amat mengherankan sekali keadaan orang mu'min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu'min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur-|ah, maka hal itu adalah kebaikan baginya,sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran - yakni yang merupakan bencana - iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya." (Riwayat Muslim)
Nomor: 27
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
 hadits 11
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Sifat Orang Munafik Dan Hukum Tentang Mereka
Bab 1000: Di antara kami terdapat seorang lelaki dari Bani Najjar yang telah membaca surat Al-Baqarah
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
كَانَ مِنَّا رَجُلٌ مِنْ بَنِي النَّجَّارِ قَدْ قَرَأَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَكَانَ يَكْتُبُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ هَارِبًا حَتَّى لَحِقَ بِأَهْلِ الْكِتَابِ قَالَ فَرَفَعُوهُ قَالُوا هَذَا قَدْ كَانَ يَكْتُبُ لِمُحَمَّدٍ فَأُعْجِبُوا بِهِ فَمَا لَبِثَ أَنْ قَصَمَ اللَّهُ عُنُقَهُ فِيهِمْ فَحَفَرُوا لَهُ فَوَارَوْهُ فَأَصْبَحَتْ الْأَرْضُ قَدْ نَبَذَتْهُ عَلَى وَجْهِهَا ثُمَّ عَادُوا فَحَفَرُوا لَهُ فَوَارَوْهُ فَأَصْبَحَتْ الْأَرْضُ قَدْ نَبَذَتْهُ عَلَى وَجْهِهَا ثُمَّ عَادُوا فَحَفَرُوا لَهُ فَوَارَوْهُ فَأَصْبَحَتْ الْأَرْضُ قَدْ نَبَذَتْهُ عَلَى وَجْهِهَا فَتَرَكُوهُ مَنْبُوذًا
Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Di antara kami terdapat seorang lelaki dari Bani Najjar yang telah membaca surat Al-Baqarah dan surat Ali Imran serta pernah menjadi penulis wahyu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu dia melarikan diri dan bergabung dengan Ahli Kitab yang menyanjung-nyanjungnya. Kata mereka: Orang ini pernah menjadi penulis wahyu Muhammad. Sehingga mereka pun terkagum dengannya. Tidak berapa lama berada di antara Ahli Kitab, Allah menimpakan bencana kepada orang itu sehingga binasalah ia. Orang-orang Ahli Kitab segera menggalikan kuburan untuknya lalu menimbunkan tanah ke atas jasadnya. Keesokan harinya, bumi telah memuntahkan jasadnya ke atas permukaan. Mereka pun kembali menggali kubur dan menimbun tetapi keesokan paginya bumi telah memuntahkannya lagi ke atas permukaan. Kemudian mereka menggali dan menguburnya lagi. Namun keesokan paginya bumi kembali memuntahkannya ke atas permukaan lalu mereka pun membiarkan jasadnya terbuang
Hadits marfu'
Nomor: 4987
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 12
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 78: Perintah Kepada Pemegang Pemerintahan Supaya Bersikap Lemah-lembut Kepada Rakyatnya, Memberikan Nasihat Serta Kasih-sayang Kepada Mereka, Jangan Menglabui Dan Bersikap Keras Pada Mereka, Juga jangan Melalaikan Kemaslahatan-kemaslahatan Mereka, Lupa Mengurus Mereka Ataupun Apa-apa Yang Menjadi Hajat Kepentingan Mereka
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , katanya: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Kaum Bani Israil itu selalu dipimpin oleh para Nabi, iaitu setiap ada seorang Nabi yang meninggal dunia, maka digantilah oleh Nabi lainnya. Sesungguhnya saja tiada Nabi lagi sepeninggalku nanti. Akan datanglah sesudahku beberapa khalifah - para pengganti, maka banyaklah jumlah mereka itu." Para sahabat berkata: "Apakah yang Tuan perintahkan pada kita pada saat itu?" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penuhilah dengan pembai'atan yang pertama - yakni patuh pada pemerintahan itu serta memerangi orang yang menen-tangnya, kemudian berilah kepada khalifah-khalifah itu akan hak mereka - yang wajib dipenuhi-dan mohonlah kepada Allah apa-apa yang semestinya menjadi hakmu semua - iaitu supaya dikasih-sayangi oleh pemerintahan itu serta diusahakan mana-mana yang bermanfaat dan dihindarkan dari bencana, kerana sesungguhnya Allah akan menanya kepada khalifah- khalifah itu perihal cara penggembalaan mereka kepada ummatnya." (Muttafaq 'alaih)
Nomor: 653
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 13
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 57: Qana'ah -- Puas Dengan Apa Adanya Dan Tetap Berusaha, 'Afaf -- Enggan Meminta-minta, Berlaku Sederhana Dalam Kehidupan Dan Berbelanja Serta Mencela Meminta Tanpa Dharurat
Dari Abu Bisyr yaitu Qabishah bin al-Mukhariq Shallallahu 'alaihi wa sallam , katanya: "Saya mempunyai beban sesuatu tanggungan harta - hamalah, lalu saya datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta sesuatu padanya guna melunasi tanggungan itu. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Berdiamlah di sini dulu sampai ada harta sedekah - zakat - yang datang pada kita, maka dengan harta itu kita akan menyuruh guna diberikan padamu," selanjutnya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Hai Qabishah, sesungguhnya permintaan itu tidak boleh dilakukan kecuali untuk salah satu dari tiga macam orang ini, yaitu: Seseorang yang mempunyai beban sesuatu tanggungan harta -hamalah, maka bolehlah ia meminta sehingga memperoleh sejumlah harta yang diperlukan tadi, kemudian menahandiri - jangan meminta-minta lagi. Juga seseorang yang mendapatkan sesuatu bencana, sehingga menyebabkan kemusnahan hartanya - lalu menjadi miskin, maka bolehlah ia meminta, sehingga dapatlah ia memperoleh sesuatu untuk menutupi keperluan hidupnya," atau sabda beliau: "Sesuatu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Demikian pula seseorang yang dihinggapi oleh kemelaratan, sehingga ada tiga orang dari golongan orang-orang yang berakal di kalangan kaumnya mengatakan: "Benar- benar si Fulan itu telah dihinggapi oleh kemelaratan," maka orang semacam itu bolehlah meminta sehingga dapatlah ia memperoleh sesuatu untuk menutupi keperluan hidupnya," atau sabda beliau: "Sesuatu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya." Adapun selain tiga macam orang tersebut di atas, maka permintaannya itu, hai Qabishah adalah merupakan suatu perbuatan dosa yang dimakan oleh orang yang memintanya tadi dengan memperoleh dosa." (Riwayat Muslim)
Alhamalah dengan fathahnya ha' ialah apabila terjadi sesuatu pertempuran ataupun pertengkaran Iain-Iain antara dua golongan, kemudian ada orang yang bermaksud hendak mendamaikan antara mereka itu dengan cara memberikan harta yang menjadi tanggungannya dan mewajibkan pengeluarannya itu atas dirinya sendiri. Tanggungan harta semacam inilah yang dinamakan hamalah. Aljaihah ialah sesuatu bencana yang mengenai harta seseorang -sehingga ia menjadi miskin. Alqiwam dengan kasrahnya qaf atau dengan fathahnya ialah sesuatu yang dengannya itulah urusan seseorang dapat berdiri dengan baik, ini adalah berupa harta ataupun lain-lainnya. Assidad dengan kasrahnya sin ialah sesuatu yang dapat menutupi kebutuhan orang yang mempunyai keperluan dan dapat pula mencukupinya. Alfaqah ialah kekafiran. Alhija ialah akal.
Nomor: 533
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 14
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 95: Sunnahnya Memberikan Berita Gembira Dan Mengucapkan Ikut Bergembira Dengan Diperolehnya Kebaikan
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , katanya: "Kitasemua duduk-duduk di sekitar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , beserta kita ada pula Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhuma yakni dalam sekelompok sahabat. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dari hadapan kita lalu lambat benar kembalinya pada kita itu. Kita semua takut kalau-kalau mendapatkan suatu bencana tanpa sepengetahuan kita. Kitapun mulai takut lalu kita semua berdiri - untuk mencarinya. Sayalah pertama-tama orang yang merasa takut itu. Saya keluar mencari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sehingga datanglah saya di suatu dinding pagar milik Bani Najjar. Saya berkeliling di sekitar dinding tadi, barangkali saya bisa mendapatkan pintunya, tetapi tidak saya temukan. Tiba-tiba di situ tampaklah suatu rabi' yang masuk ke tengah dari perigi yang ada di luar (rabi' iaiah selokan atau aliran air kecil). Sayapun lalu menggali tanah kemudian masuk menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Abu Hurairah?" Saya berkata: "Ya, benar hai Rasulullah." Beliau bertanya: "Ada apakah engkau ini?" Saya berkata: "Tadi Tuan berada di muka kita semua, lalu Tuan berdiri, kemudian Tuan amat lambat datang kembali pada kita. Kita takut kalau-kalau Tuan mendapat sesuatu bencana tanpa sepengetahuan kita. Sayalah pertama- tama orang yang merasa ketakutan itu. Karena itu saya mendatangi dinding ini lalu saya menggali tanah sebagaimana musang menggalinya. Orang-orang itu semua ada di belakang saya." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda: "Hai Abu Hurairah," dan beliau memberikan dua buah terumpahnya, lalu bersabda lagi: "Pergilah dengan dua buah terumpahku ini. Maka barangsiapa yang engkau temui dari balik dinding ini yang menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dengan hati yang meyakinkan benar-benar akan hai itu, hendaklah engkau berikan berita gembira padanya bahwa orang tersebut akan memperoleh syurga."
Selanjutnya Abu Hurairah menyebutkan Hadis ini selengkapnya yang panjang. (Riwayat Muslim)
Ar-Rabi' ialah sungai kecil yaitu selokan - jadwal - dengan menggunakan fathahnya jim, sebagaimana yang ditafsirkan dalam Hadis.
Ucapan Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu : Ihtafartu, diriwayatkan dengan ra' dan dengan zai. Kalau dengan zai maknanya ialah saya menyusutkan diri dan saya mengecil sehingga dapatlah saya masuk ke dalam.
Nomor: 707
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 15
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 95: Sunnahnya Memberikan Berita Gembira Dan Mengucapkan Ikut Bergembira Dengan Diperolehnya Kebaikan
Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu bahwasanya ia berwudhu' di rumahnya kemudian keluar lalu berkata: "Niscayalah saya akan menetap bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan selalu berada di sisinya pada hari ini." la mendatangi masjid, lalu menanyakan perihal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam Orang-orang sama berkata: "Beliau menuju ke sana."
Abu Musa berkata: "Saya lalu keluar mengikuti jejaknya sambil menanyakan perihal beliau, sehingga masuklah beliau ke perigi -atau sumur - Aris. Saya duduk di sisi pintu sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyelesaikan hajatnya dan berwudhu'. Selanjutnya saya berdiri menuju ke tempatnya, beliau di saat itu sudah duduk di atas perigi Aris dan berada di tengah-tengah dinding perigi tersebut. Beliau membuka kedua betisnya dan melemberehkan keduanya itu di perigi. Saya lalu memberikan salam padanya, kemudian saya kembali terus duduk di sisi pintu. Saya berkata: "Benar-benar saya akan menjadi juru penjaga pintu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari ini."
Kemudian datanglah Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu lalu menolakkan pintu. Saya bertanya: "Siapakah ini?" la menjawab: "Abu Bakar." Saya berkata: "Tunggu sebentar." Sayapun pergilah lalu berkata: "Ya Rasulullah. Ini Abu Bakar datang meminta izin." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Izinkan ia dan sampaikanlah berita gembira padanya bahwa ia akan memperoleh syurga." Saya menghadap kembali sehingga saya berkata kepada Abu Bakar: "Masuklah dan Rasulullah memberikan berita gembira pada anda bahwa anda akan memperoleh syurga." Abu Bakar lalu masuk, sehingga duduklah ia di sebelah kanan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yakni berjajar dengannya di dinding perigi dan melemberehkan kedua kakinya di perigi itu. Saya telah meninggalkan saudaraku * yaitu Abu Burdah - berwudhu' lalu menyusulku lagi. Saya berkata: "Jikalau Allah itu menghendaki kebaikan pada seseorang - yang dimaksudkan ialah saudaranya itu, maka Allah mendatangkannya - untuk dapat hadhir di tempat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
Tiba-tiba ada orang lain lagi yang menggerak-gerakkan pintu. Saya bertanya: "Siapakah ini?" la menjawab: "Umar bin al-Khaththab." Saya berkata: "Tunggu sebentar," lalu saya mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , memberikan salam padanya dan saya berkata: "Ini
Umar datang meminta izin." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Izinkanlah ia dan sampaikanlah berita gembira bahwa ia memperoleh syurga." Kemudian saya mendatangi Umar lalu berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengizinkan. Masuklah dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan berita gembira pada anda bahwa anda memperoleh syurga." Umar masuk lalu duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di dinding perigi di sebelah kirinya dan melemberehkan pula kedua kakinya di perigi tadi. Seterusnya saja kembali lagi lalu duduk dan berkata: "Jikalau Allah menghendaki kebaikan pada seseorang - yang dimaksudkan ialah saudaranya itu, maka Allah mendatangkannya - untuk dapat hadhir di tempat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
Seterusnya datang pula seorang lagi lalu menggerak-gerakkan pintu, saya berkata: "Siapakah ini?" la menjawab: "Usman bin Affan." Saya berkata: "Tunggu sebentar." Saya mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lagi dan memberitahukan padanya kedatangan Usman. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda: "Izinkanlah ia dan sampaikanlah berita gembira padanya bahwa ia akan memperoleh syurga dengan mendapatkan beberapa bencana yang akan mengenai dirinya." Saya datang lalu berkata: "Masuklah dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan berita gembira pada anda bahwa anda akan memperoleh syurga dengan adanya beberapa bencana yang akan mengenai anda." Usman masuklah dan didapatinya bahwa dinding perigi telah penuh. Maka dari itu ia duduk menghadap beliau-beliau - yang datang dulu itu - di tepi yang sebelah lainnya."
Said bin al-Musayyab berkata: "Kemudian saya mentakwilkan sedemikian itu akan makam-makam beliau-beliau - yakni bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beserta kedua sahabatnya yakni Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhuma menjadi satu dalam sebuah tempat yaitu di bilik Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha ." (Muttafaq 'alaih)
Dalam sebuah riwayat lain ditambahkan;
"Rasulullah menyuruh saya - Abu Musa al-Asy'ari - untuk menjaga pintu." Juga dalam Hadis ini disebutkan bahwasanya Usman ketika diberitahu kabar bahwa ia akan memperoleh syurga, ia lalu mengucapkan puji-pujian kepada Allah Ta'ala kemudian berkata: "Allah yang dimohoni pertolongan," sebab ia tahu akan memperoleh bencana di belakang hari nanti.
Nomor: 706
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 16
Shahih Bukhari
-Imam Bukhari-
Kitab Azan
Bab 63: Orang yang Mengadukan Imamnya Jika Imam Itu Memperpanjang Shalatnya
 
Abu Usaid[33] berkata, "Engkau terlalu memanjangkan shalatmu terhadapku, wahai anakku."
387. Jabir bin Abdullah al-Anshari berkata, "(Mu'adz bin Jabal pernah shalat isya bersama Nabi. Setelah itu dia pulang dan mengimami kaumnya shalat itu. Kemudian 1/172) datanglah seorang laki-laki dengan membawa dua ekor unta penyiram tanaman, sedangkan waktu malam telah tiba. Ia kebetulan melihat Mu'adz sedang mengerjakan shalat. Orang itu lalu meninggalkan untanya, kemudian mendatangi tempat Mu'adz mengerjakan shalat. Tiba-tiba Mu'adz membaca surah al-Baqarah. Maka, laki-laki itu meninggalkan shalat dan shalat sendiri dengan ringkas. Kemudian apa yang dilakukannya itu diinformasikan oleh seseorang kepada Mu'adz, (lalu Mu'adz mengatakan, 'Sesungguhnya dia itu orang munafik.' 7/97). Kemudian sampailah informasi kepada orang itu bahwa Mu'adz mengecamnya. Lalu, dia datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan melaporkan tentang Mu'adz kepada beliau seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami adalah orang yang bekerja dengan tangan kami, dan kami menyiram tanaman kami dengan unta-unta penyiram tanaman. Tadi malam Mu'adz shalat mengimami kami, lantas ia membaca surah al-Baqarah. Maka, aku memisahkan diri dan shalat sendiri dengan ringkas. Tetapi, dia kemudian menganggap aku sebagai orang munafik.' Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (tiga kali), 'Wahai Mu'adz, apakah engkau tukang membawa bencana? Alangkah baiknya kalau kamu membaca "Sabbihisma Rabbikal A'la (surah 87. Al A'laa), Wasy-Syamsyi wa Dhuhaaha (surah 91. Asy-Syams), Wallaili idzaa Yaghsyaa (surah 91. Al-Lail), sebab di belakangmu ada orangtua, ada yang lemah, dan ada orang yang mempunyai keperluan."

[33] Namanya Salim, menurut riwayat yang lebih kuat. Lihat Shifatush Shalat.
Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari - M. Nashiruddin Al-Albani - Gema Insani Press (HaditsWeb)

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 17
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Jihad Dan Ekspedisi
Bab 28: Siksaan yang diderita Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dari pihak musyrikin dan munafikin
و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبَانَ الْجُعْفِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ عَنْ زَكَرِيَّاءَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ الْأَوْدِيِّ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ
بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عِنْدَ الْبَيْتِ وَأَبُو جَهْلٍ وَأَصْحَابٌ لَهُ جُلُوسٌ وَقَدْ نُحِرَتْ جَزُورٌ بِالْأَمْسِ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ أَيُّكُمْ يَقُومُ إِلَى سَلَا جَزُورِ بَنِي فُلَانٍ فَيَأْخُذُهُ فَيَضَعُهُ فِي كَتِفَيْ مُحَمَّدٍ إِذَا سَجَدَ فَانْبَعَثَ أَشْقَى الْقَوْمِ فَأَخَذَهُ فَلَمَّا سَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَعَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ قَالَ فَاسْتَضْحَكُوا وَجَعَلَ بَعْضُهُمْ يَمِيلُ عَلَى بَعْضٍ وَأَنَا قَائِمٌ أَنْظُرُ لَوْ كَانَتْ لِي مَنَعَةٌ طَرَحْتُهُ عَنْ ظَهْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَاجِدٌ مَا يَرْفَعُ رَأْسَهُ حَتَّى انْطَلَقَ إِنْسَانٌ فَأَخْبَرَ فَاطِمَةَ فَجَاءَتْ وَهِيَ جُوَيْرِيَةٌ فَطَرَحَتْهُ عَنْهُ ثُمَّ أَقْبَلَتْ عَلَيْهِمْ تَشْتِمُهُمْ فَلَمَّا قَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ رَفَعَ صَوْتَهُ ثُمَّ دَعَا عَلَيْهِمْ وَكَانَ إِذَا دَعَا دَعَا ثَلَاثًا وَإِذَا سَأَلَ سَأَلَ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَلَمَّا سَمِعُوا صَوْتَهُ ذَهَبَ عَنْهُمْ الضِّحْكُ وَخَافُوا دَعْوَتَهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ وَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَشَيْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَالْوَلِيدِ بْنِ عُقْبَةَ وَأُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ وَعُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ وَذَكَرَ السَّابِعَ وَلَمْ أَحْفَظْهُ فَوَالَّذِي بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ لَقَدْ رَأَيْتُ الَّذِينَ سَمَّى صَرْعَى يَوْمَ بَدْرٍ ثُمَّ سُحِبُوا إِلَى الْقَلِيبِ قَلِيبِ بَدْرٍ
قَالَ أَبُو إِسْحَقَ الْوَلِيدُ بْنُ عُقْبَةَ غَلَطٌ فِي هَذَا الْحَدِيثِ
Hadis riwayat Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang salat di dekat Kakbah dan Abu Jahal beserta kawan-kawannya sedang duduk padahal sehari sebelumnya unta kurban telah disembelih. Berkatalah Abu Jahal: Siapakah di antara kamu sekalian yang mau beranjak ke kotoran unta Bani fulan itu lalu mengambilnya dan meletakkannya di atas kedua pundak Muhammad sewaktu ia sujud? Bangkitlah seorang yang paling jahat di antara mereka dan segera mengambil kotoran itu. Di saat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersujud, ia meletakkan kotoran itu di atas kedua pundak beliau. Lalu mereka pun tertawa terpingkal-pingkal sambil satu sama lain saling melirik sedangkan aku berdiri menyaksikan kejadian itu. Seandainya aku mempunyai kekuatan, niscaya akan aku buang kotoran itu dari punggung Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tetap saja masih bersujud, tidak mengangkat kepalanya hingga seorang lelaki untuk mengabarkan kepada Fatimah. Kemudian datanglah Fatimah, yang saat itu masih gadis kecil, membuang kotoran dari tubuh beliau lalu menghampiri ke arah mereka sambil mencaci-maki. Setelah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam selesai salat, beliau mengangkat suara kemudian berdoa memohon bencana atas mereka. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jika berdoa, berdoa tiga kali dan jika memohon, juga memohon tiga kali. Kemudian beliau bersabda: Ya Allah, aku serahkan kepadamu orang-orang kafir Quraisy tersebut. Doa ini beliau baca tiga kali. Ketika mendengar suara Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam itu, terhentilah tawa mereka. Mereka benar-benar merasa takut akan doa beliau tersebut. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa lagi: Ya Allah, aku serahkan kepadamu Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Walid bin Uqbah, Umayyah bin Khalaf, Uqbah bin Abu Mu'aith (yang ketujuh aku tidak ingat namanya). Demi Tuhan Yang mengutus Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa kebenaran. Sungguh aku melihat orang-orang yang beliau sebutkan itu semua terbunuh dalam perang Badar. Kemudian jasad mereka diseret ke dalam sumur tua, yaitu sumur tua yang ada di Badar
Hadits marfu'
Nomor: 3349
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 18
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 26: Keharamannya Menganiaya Dan Perintah Mengembalikan Apa-apa Yang Dari Hasil Penganiayaan
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Kita semua sedang mempercakapkan perihal haji wada' - haji Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang terakhir dan sebagai mohon diri, sedang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ada di hadapan kita. Kita semua tidak mengetahui apa yang sebenarnya disebut haji wada' itu sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertahmid kepada Allah serta memujiNya, kemudian menyebutkan perihal al-Masih Dajjal. [21] beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam memperpanjang sekali dalam menguraikan tentang dajjal itu dan bersabda:
"Tiada seorang Nabipun yang diutus oleh Allah, melainkan Nabi itu tentu menakut- nakuti ummatnya tentang tibanya Dajjal. Nuh dan semua Nabi yang datang sesudahnya sama menakut-nakuti -ummatnya - tentang Dajjal tersebut. Bahwasanya Dajjal itu akan keluar di kalangan engkau semua, maka tidak akan tersamarkan perihal keadaannya itu atasmu semua dan persoalan dirinyapun tidak samar-samar pula bagimu. Sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta matanya sebelah, padahal sesungguhnya Dajjal itu adalah buta matanya sebelah kanan, seolah-olah matanya itu sebagai sebuah buah anggur yang menonjol kemuka. Ingatlah, sesungguhnya Allah mengharamkan atasmu semua darah-darahmu - untuk dialirkan - serta harta-hartamu - untuk dirampas, sebagaimana kesuciannya harimu ini dalam negeri sucimu ini -yakni negeri Makkah, Ingatlah, bukankah saya telah menyampaikan? Para sahabat berkata: "Benar." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ya Allah, saksikanlah," sampai tiga kali. "Celaka untukmu semua," atau "Bencana untukmu semua," lihatlah - perhatikanlah, janganlah engkau semua kembali menjadi orang-orang kafir sepeninggalku nanti, yang sebagian memukul leher sebagian yang lain - yakni bunuh- membunuh tanpa dasar kebenaran." (Riwayat Bukhari)
Imam Muslim juga meriwayatkan sebagiannya.

[21]Dajjal adalah manusia penipu dan pembohong, buta matanya yang sebelah kanan, memiliki berbagai keistimewaan dan mengaku menjadi Tuhan. Banyak juga pengikutnya. Ia akan datang apabila hari kiamat sudah hampir tiba. Jadi merupakan alamat kubra (alamat besar) perihal akar segera datangnya hari kiamat itu.
Nomor: 206
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 19
Riyadhus Shalihin
-Imam An-Nawawi-
Bab 91: Menasihati Dan Berlaku Sedang Dalam Memberikan Nasihat
Dari Mu'awiyah bin al-Hakam as-Sulami Shallallahu 'alaihi wa sallam , katanya: "Pada suatu ketika saya bersembahyang bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , tiba-tiba ada seorang dari kaum yang berjamaah itu bersin, lalu saya mengucapkan: "Yarhamukallah." Kaum - yakni orang-orang itu -sama melemparkan pandangan mereka padaku, lalu saya mengucapkan: "Aduh bencana ibuku, mengapa engkau semua melihat padaku?" Orang-orang itu selalu memukulkan tangan- tangan mereka pada paha-paha mereka. Setelah saya mengerti bahwa mereka itu menyuruh saya supaya berdiam lalu sayapun berdiamlah.
Selanjutnya setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam selesai mengerjakan shalat, maka aduhai ayah dan ibuku, belum pernah saya melihat seorang gurupun sebelum saat itu dan bahkan sesudah itu sekalipun yang lebih bagus cara mengajarnya daripada beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut. Demi Allah, beliau tidak membentak-bentak padaku, tidak pula memukulku dan tidak pula mencaci maki padaku. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya shalat ini tidak patut di waktu mengerjakannya itu mengucapkan sesuatu dari ucapan manusia. Hanyasanya shalat itu adalah ucapan tasbih (Subhanallah), ucapan takbir (Allahu Akbar) serta bacaan al-Quran" atau seperti itu apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Saya lalu berkata: "Ya Rasulullah, saya ini baru saja keluar dari masa jahiliyah, dan Allah sungguh-sungguh telah mendatangkan Agama Islam ini. Sesungguhnya di antara kita semua ini ada beberapa orang yang suka mendatangi ahli ramal -pedukunan." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan engkau mendatangi mereka." Saya berkata lagi: "Di antara kita ada pula orang-orang yang merasa akan mendapat nasib buruk." Beiiau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hal itu adalah sesuatu yang mereka dapatkan dalam hati mereka sendiri, maka tentulah tidak dapat menghalang-halangi mereka," yakni hal itu tidak akan memberikan bekas apapun kepada mereka, baik kemanfaatan atau kemadharatan. (Riwayat Muslim)
Nomor: 698
Sumber: riyadhus-shalihin

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com
hadits 20
Shahih Muslim
-Imam Muslim-
Kitab Kebajikan, Silaturahmi Dan Adab Sopan-santun
Bab 2: Mengutamakan kebaktian kepada kedua orang tua daripada salat sunat dan perkara sunat lainnya
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ
كَانَ جُرَيْجٌ يَتَعَبَّدُ فِي صَوْمَعَةٍ فَجَاءَتْ أُمُّهُ قَالَ حُمَيْدٌ فَوَصَفَ لَنَا أَبُو رَافِعٍ صِفَةَ أَبِي هُرَيْرَةَ لِصِفَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّهُ حِينَ دَعَتْهُ كَيْفَ جَعَلَتْ كَفَّهَا فَوْقَ حَاجِبِهَا ثُمَّ رَفَعَتْ رَأْسَهَا إِلَيْهِ تَدْعُوهُ فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ كَلِّمْنِي فَصَادَفَتْهُ يُصَلِّي فَقَالَ اللَّهُمَّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ فَرَجَعَتْ ثُمَّ عَادَتْ فِي الثَّانِيَةِ فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ أَنَا أُمُّكَ فَكَلِّمْنِي قَالَ اللَّهُمَّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَاخْتَارَ صَلَاتَهُ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا جُرَيْجٌ وَهُوَ ابْنِي وَإِنِّي كَلَّمْتُهُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي اللَّهُمَّ فَلَا تُمِتْهُ حَتَّى تُرِيَهُ الْمُومِسَاتِ قَالَ وَلَوْ دَعَتْ عَلَيْهِ أَنْ يُفْتَنَ لَفُتِنَ قَالَ وَكَانَ رَاعِي ضَأْنٍ يَأْوِي إِلَى دَيْرِهِ قَالَ فَخَرَجَتْ امْرَأَةٌ مِنْ الْقَرْيَةِ فَوَقَعَ عَلَيْهَا الرَّاعِي فَحَمَلَتْ فَوَلَدَتْ غُلَامًا فَقِيلَ لَهَا مَا هَذَا قَالَتْ مِنْ صَاحِبِ هَذَا الدَّيْرِ قَالَ فَجَاءُوا بِفُؤُوسِهِمْ وَمَسَاحِيهِمْ فَنَادَوْهُ فَصَادَفُوهُ يُصَلِّي فَلَمْ يُكَلِّمْهُمْ قَالَ فَأَخَذُوا يَهْدِمُونَ دَيْرَهُ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ نَزَلَ إِلَيْهِمْ فَقَالُوا لَهُ سَلْ هَذِهِ قَالَ فَتَبَسَّمَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَ الصَّبِيِّ فَقَالَ مَنْ أَبُوكَ قَالَ أَبِي رَاعِي الضَّأْنِ فَلَمَّا سَمِعُوا ذَلِكَ مِنْهُ قَالُوا نَبْنِي مَا هَدَمْنَا مِنْ دَيْرِكَ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ قَالَ لَا وَلَكِنْ أَعِيدُوهُ تُرَابًا كَمَا كَانَ ثُمَّ عَلَاهُ
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Seorang yang bernama Juraij sedang salat di sebuah tempat peribadatan, lalu datanglah ibunya memanggil. (Kata Humaid: Abu Rafi' pernah menerangkan kepadaku bagaimana Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu menirukan gaya ibu Juraij memanggil anaknya itu, sebagaimana yang dia dapatkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu dengan meletakkan tapak tangan di atas alis matanya dan mengangkat kepala ke arah Juraij untuk menyapa.) Lalu ibunya berkata: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kebetulan perempuan itu mendapati anaknya sedang melaksanakan salat. Saat itu Juraij berkata kepada diri sendiri di tengah keraguan: Ya Tuhan! Ibuku ataukah salatku. Kemudian Juraij memilih meneruskan salatnya. Maka pulanglah perempuan tersebut. Tidak berapa lama perempuan itu kembali lagi untuk yang kedua kali. Ia memanggil: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kembali Juraij bertanya kepada dirinya sendiri: Ya Tuhan! Ibuku atau salatku. Lagi-lagi dia lebih memilih meneruskan salatnya. Karena kecewa, akhirnya perempuan itu berkata: Ya Tuhan! Sesungguhnya Juraij ini adalah anakku, aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata dia enggan menjawabku. Ya Tuhan! Janganlah engkau mematikan dia sebelum Engkau perlihatkan kepadanya perempuan-perempuan pelacur. Dia berkata: Seandainya wanita itu memohon bencana fitnah atas diri Juraij niscaya ia akan mendapat fitnah. Suatu hari seorang penggembala kambing berteduh di tempat peribadatan Juraij. Tiba-tiba muncullah seorang perempuan dari sebuah desa kemudian berzinalah penggembala kambing itu dengannya, sehingga hamil dan melahirkan seorang anak lelaki. Ketika ditanya oleh orang-orang: Anak dari siapakah ini? Perempuan itu menjawab: Anak penghuni tempat peribadatan ini. Orang-orang lalu berbondong-bondong mendatangi Juraij. Mereka membawa kapak dan linggis. Mereka berteriak-teriak memanggil Juraij dan kebetulan mereka menemukan Juraij di tengah salat. Tentu saja Juraij tidak menjawab panggilan mereka. Akhirnya mulailah mereka merobohkan tempat ibadahnya. Melihat hal itu Juraij keluar menemui mereka. Mereka bertanya kepada Juraij: Tanyakan kepada perempuan ini! Juraij tersenyum kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya: Siapakah bapakmu? Anak itu tiba-tiba menjawab: Bapakku adalah si penggembala kambing. Mendengar jawaban anak bayi tersebut, mereka segera berkata: Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu yang telah kami robohkan ini dengan emas dan perak. Juraij berkata: Tidak usah. Buatlah seperti semula dari tanah. Kemudian Juraij meninggalkannya
Hadits marfu'
Nomor: 4625
Sumber: http://hadith.al-islam.com/Bayan/ind/

Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar